Istriku Di Perkosa Oleh Tetangga Kost

Cersex – Cerita Sex perkosa, Istriku Di Perkosa Oleh Tetangga Kost – Namaku Mery, aku berumur 31 tahun, aku menikah sejak 1 setengah tahun yang lalu. Hubungan kami tetap harmonis walau kami belum memiliki anak, kami melakukan KB untuk mencegah kehamilan karena suamiku belum siap mempunyai momongan karena tanggung jawabnya memang sangat besar. Lagi pula sekarang dia belum menetap di satu kota karena dia bekerja di perusahaan yang sering menugaskannya untuk berpindah lokasi dinas.

Setelah menikah saja setidaknya kami sudah pindah di tiga kota. Sehingga tak ada kesempatan untuk merencanakan kehidupan menetap di satu kota saja dan itu juga alasan mengapa kami memilih tinggal di tempat kost karena lebih mudah jika suatu waktu suamiku dipindah tugas lagi. Suami ku berusia 28 tahun bernama Thomas, aku memanggilnya Tom, dia berusia tiga tah

un diatasku. Sifatnya yang penyabar dan kebapakan benar-benar membuatku semakin beruntung saja memiliki suami sehebat dirinya.

Kalau soal ganteng sih, wajahnya cuman biasa-biasa saja walaupun dulu waktu kami pacaran sempat ada perempuan lain yang juga naksir padanya. Tempat kost kami berlantai tiga tempat dimana tiap lantainya dihuni oleh macam jenis orang mulai dari pedagang, sales, pegawai kantor hingga mahasiswa. Lantai pertama dihuni oleh pembantu yang merangkap tukang cuci dan seterika, penjaga kost dan beberapa kamar dihuni oleh pegawai dari sebuah instansi pemerintah.

Lantai kedua adalah yang paling ramai karena terdapat sekitar 20 kamar didalamnya dan lantai kedua ini benar-benar tertutup dari bagian luar karena satu-satunya penghubung dengan bagian luar bangunan adalah jendela disebuah balkon kecil sementara itu untuk ventilasi hanya ada jendela-jendela berteralis yang sangat kecil di tiap kamar. Aku dan suamiku tinggal di lantai dua ini. Lantai tiga terdapat sedikit kamar yang bercampur dengan tempat untuk menjemur pakaian. Di lantai ini aku tidak begitu kenal dengan penghuninya karena mereka bekerja larut malam dan baru pulang pagi harinya.

Saat itu aku sedang membaca sebuah majalah ketika aku mendengar hp ku berbunyi. Ternyata Tom meneleponku untuk mengabarkan kalau malam nanti dia lembur dan mungkin baru bisa pulang besok karena kepindahan bosnya yang sekarang dan pergantian dengan bos yang baru membuat banyak pekerjaan kantor harus lebih cepat sebelum tenggat waktu yang seharusnya. Aku maklumi itu karena aku tahu kalau suamiku pekerja yang rajin dan bertanggung jawab terhadap pekerjaannya.

Aku suara mendengar pintu kamarku diketuk. Apakah sih Tom pulang malam ini? Mungkin saja pekerjaannya lebih cepat selesai sehingga dia dapat pulang lebih cepat. Setelah kubuka bukannya aku gembira tapi malah kecewa. Ternyata yang persetan pintuku adalah seorang tetangga kost-an kamar yang berada di sebelah kamarku. Namanya mas Dimas, dia seorang marketing di perusahaan properti dan dia sudah cukup lama tinggal di kost ini.

Ada apa mas Dimas? Kok malam-malam belum tidur? tanyaku berusaha keras walaupun aku mencium bau alkohol dari mulutnya itu. Tidak begitu keras, tetapi mengganggu juga lama-lama. Anu mbak. Saya ada perlu sedikit kok. Ada yang mau saya bicarakan. Kata mas Dimas sambil melongok kekamarku dan sepertinya dia melihat suamiku tidak ada didalam. Aduh, Tom belum pulang tuh. Nanti aja kalau udah pulang saya minta dia kamar ke kamar mas Dimas aja. Jawabku sambil berusaha menutup pintu tetapi terhalang salah satu tangan mas Dimas.

Wah kebetulan mbak. Yang mau saya bicarakan tuh nggak ada terapi dengan Tom tapi sama mbak Mery aja kok. Jawabnya dan jawaban itu benar-benar membuatku tambah bingung aja. Apa sebenarnya yang di inginkan mas Dimas ini.

Begini mbak. Maksud kedatangan saya kemari adalah untuk meminta pertimbangan mbak Mery. Soalnya saya malu untuk minta pertimbangan dari cewek lain di kost ini. Jelasnya walaupun dalam hati aku masih bingung juga maksud dari pembicaraannya ini.

Maksudnya meminta pertimbangan apa yah? kataku mencoba untuk memperjelas perkataannya barusan.

Begini mbak. Besok khan teman perempuan saya mau ulang tahun dan kebetulan saya cukup dekat dengan dirinya. Nah saya bingung mau ngasih kado apa, tapi kata temen ceweknya dia pernah curhat kalau lagi pengen beli satu set pakaian dalam yang dari merk ternama. Masalahnya saya khan nggak tau ukurannya berapa. Kalau saya tanya langsung khan jadi nggak surprise lagi mbak. Jelas mas Dimas sambil menatapku tajam.

Aku mencoba untuk menghindari tatapannya tapi sepertinya susah juga mengingat dia duduk didepanku saat ini dan ruangan kost ini juga sempit. Terus? Saya khan juga nggak tahu tahu mas Dimas itu badannya seperti apa. Jadi bagaimana mungkin saya bisa memberikan solusi buat mas?

Dimas tersenyum. Kalau itu sih nggak usah khawatir mbak. Karena postur tubuh teman saya itu sama persis dengan mbak walaupun nggak secantik mbak Mery. Katanya lagi. Terus terang saja aku enggan memberi tahu nomor pakaian dalamku kepada orang luar tetapi sepertinya cuma itu satu-satunya cara agar dia segera keluar dari kamar ini.

Akhirnya aku memberikan nomor pakaian dalamku kepada mas Dimas dan pria itupun akhirnya beranjak pergi dari kamarku setelah sebelumnya ucapan terima kasih dengan sedikit senyuman tersungging di bibirnya.

Paginya Thomas pulang sekitar jam 6 pagi lalu tertidur. Hari itu dia bilang kalau dia diliburkan oleh bos-nya karena sudah semalaman lembur. Seperti biasa aku merawat seluruh keperluannya dan siapkan makanan jika sudah terbangun nanti, seperti layaknya seorang istri yang setia pada suaminya.

Siang mbak Mery. Tumben jam segini baru belanja. Sapa seorang teman kost yang merupakan mahasiswa tingkat akhir. Namanya Roni, dia asli dari sebuah kota kecil di Jawa Timur. Terbiasa dengan kerja keras sejak kecil terlihat tubuh yang kekar dan berotot. Macam binaragawan saja batinku dalam hati tiap melihat lekuk tubuh pemuda ini.

Iya nih, soalnya mas Tom baru saja pulang tadi jam 6 soalnya lembur jadi nggak sempat belanja. Kuliah jam siang yah? tanyaku pada Roni dan pemuda ini mengiyakan sambil tersenyum ramah. Lalu dia buru-buru menstater motornya menuju kampus tempatnya kuliah. Dia mungkin salah satu penghuni kost yang baik-baik menurutku karena tidak pernah macam-macam.

Sekitar dua hari kemudian aku menerangkan dengan sebuah paket yang ditujukan padaku. Aku buka paket itu dan betapa terkejutnya aku karena isi paket itu adalah satu set pakaian dalam yang super seksi bewarna hitam dan ukurannya pun sesuai dengan ukuran tubuhku. Aku heran dan menebak-nebak siapa yang mengirim ini semua dan jawabanku adalah mas Dimas. Hanya memberi dia seorang yang melihat ukuran pakaian dalamku selain Thomas. Lagipula dia pernah hadir untuk hal ini sebelumnya.

Aku melihat kearah pintu kamar mas Dimas dan sepertinya dia tidak ada di waktu itu, aku harus mengembalikan pakaian dalam ini kepadanya. Jujur saja aku merasa sangat tidak terganggu, untungnya Thomas tidak ada disini sekarang.

Malamnya aku mendapatkan telepon dari Thomas kalau dia sedang ada pekerjaan lembur malam ini dan sekali lagi aku ditinggal sendirian dalam kost ini.

Sekitar jam 11 malam pintu kamarku diketok oleh seseorang. Begitu kubuka langsung aku kaget karena yang datang adalah Dimas tetangga kost ku. Mas Dimas ada apa malam-malam gini? tanyaku dengan nada tidak menyenangkan.

Sekali lagi aku mencium aroma alkohol dari mulut pria ini. Begini mbak, saya ada sesuatu yang harus saya bicarakan dengan Mbak Mery. Ini penting mbak. Katanya padaku.

Aku dari awal sudah tidak senang dengan cara orang berperilaku langsung saja aku utarakan kegusaranku terhadapnya. Mas Dimas, begini yah mas. Jujur aja saya nggak begitu suka dengan cara mas Dimas selama ini. Ini udah kelewatan mas. Buat apa sih mas kirim paket yang tidak senonoh seperti itu? kataku dengan nada keras.

Sejenak terbersit raut wajah bingung di wajah tetapi aku sudah terlanjur dongkol terhadap pria ini sehingga tidak aku gubris sama sekali. Maksud mbak ini apa? Paket apaan? tanyanya pura-pura tidak tahu. Udah deh mas. Saya juga udah laki-laki menjelaskan. Saya mau tidur, permisi. Kataku ketus sambil menutup pintu kamar. Aku sudah benar-benar muak dengan pria ini. Apa sih maunya sebenarnya.

Sekitar minggu kemudian, Thomas mendapatkan tugas dari kantornya untuk pergi keluar kota selama satu minggu. Kantornya menyuruh Thomas untuk membenahi permasalahan di kantor cabang yang ada dikota itu. Thomas kalau dia berhasil menyelesaikannya dengan baik maka dia bisa dipromosikan menjadi manajer operasional di kantornya sekarang berada dalam posisi tersebut sedang kosong. Maka sebagai istri aku hanya bisa rela saja, toh kalo dia dipromosikan sebagai manajer maka kami akan mendapatkan rumah dinas sehingga tidak perlu kost lagi.

Malam harinya aku pergi keluar kost untuk mencari makan diluar, dan seperti biasa aku membungkusnya karena aku kurang nyaman jajan di luar tanpa suamiku. Saat aku sampai di kost aku melihat suasana kost sudah sepi, Roni tak terlihat disini karena biasanya dia selalu stand by di pintu masuk kost ini seperti satpam saja pikirku. Mungkin dia masih sibuk mengerjakan skripsinya sehingga harus kembali menginap di rumah tangga.

 

Lantai satu seperti tanpa penghuni begitu juga lantai dua. Semuanya sepi bahkan disaat seperti ini aku bisa berharap kalau Dimas ada di kost karena sejujurnya aku ini tipe orang yang penakut jika sendirian. Sejenak aku mendengar suara tape dari lantai 3, aku lega karena ternyata ada juga orang di luar aku.

Jam 11 malam dan suasana kost masih tidak berubah, hanya terdengar suara kaset tape dari lantai tiga dan nyanyian merdu dari Bryan Adams. Saat aku akan tertidur tiba-tiba di pintu kamar terbuka. Memang aku tidak menguncinya tetapi aku yakin kalau aku sudah menutupnya dengan rapat sehingga tidak mungkin ada angin yang mendorongnya. Dengan was-was aku melihat apakah ada orang dibalik pintu itu dan ternyata tidak ada. Ah mungkin cuma angin dan aku juga tidak begitu yakin telah menutup dengan benar pintu tersebut, pikirku dalam hati.

Saat aku akan menutup pintu itu kembali tiba-tiba muncul sebuah tangan pria yang langsung mencekal tanganku sementara tanganku yang satunya langsung dicekal kebelakang tubuh dengan kasar. Aku mencoba berteriak tetapi belum sempat suaraku keluar, pria tersebut membanting tubuhku keatas tempat tidur.

Aku mencoba berontak tapi apalah daya karena tenaga pria ini benar-benar diatasku jauh. Pria ini menindihku yang sedang kesakitan karena bantingan tadi dan langsung mencoba melucuti pakaianku yang kala itu hanya menggunakan daster warna jingga. Aku melihat pria bertopeng ini dengan ketakutan yang amat sangat, aku tahu apa yang ingin dia lakukan kepadaku namun aku tak mampu melawan dirinya itu.

Dia tidak sabar lagi dan merobek pakaianku sehingga sekarang aku sepertinya tinggal celana dalam mengingat aku tidak pernah memakai bra tiap kali aku tidur. Teriakan dan umpatanku juga tidak dia tanggapi, pria ini hanya membisu sambil terus berusaha berusaha melucuti seluruh pakaianku hingga akhirnya lolos juga celana dalamku ditangan pria ini.

Dia sepertinya terkesima melihat kemaluanku yang rapih tercukur. Dengan kulit putih mulusku ini memang sangat menggoda, bahkan mas Tom yang sudah bercinta dengankupun tidak ada bosan-bosannya melihatku ini.

Pria itu lalu membuka celananya dan membetot keluar batang kemaluannya. Sekarang keringat dingin mulai membasahi tubuhku. Teriakanku sepertinya tidak ada yang mendengarkan, karena struktur lantai dua kost ini yang sangat tertutup sehingga kedap suara.

Aku tak sadar sebentar lagi misterius ini akan menyetubuhi diriku. Penisnya begitu besar bahkan sudah membuatku merasa ngilu hanya dengan melihatnya saja. Bahkan milik mas Thomas saja paling hanya dua pertiga dari milik pria ini.

Pria itu lalu mengangkat kedua pahaku dan mendorongnya kearah perutku sehingga aku menjadi sedikit sesak nafas. Aku yang sudah lemas melawan dari tadi hanya bisa pasrah melihat detik-detik dimana ujung kemaluan pria itu semakin lama semakin dekat saja dengan bibir vaginaku.

Seperti yang kutakutkan sebelumnya, akhirnya pria itupun melesakkan batang kemaluannya yang sangat besar melewati himpitan bibir kewanitaanku yang masih rapat ini. Aku menjerit dan memohon ampun yang dia tidak memperkosaku tetapi apa daya karena jeritanku tidak diindahkannya sama sekali. Sekarang bahkan ujung kemaluannya sudah melesak seluruhnya kedalam vaginaku tinggal bagian batang dan pangkalnya saja yang masih ada diluar.

Baca Juga :Cerita Dewasa Mendapat Kepuasan Dari Mantan Selingkuhanku

Akhh! sakit. Ampun! Jangan perkosa saya! jeritku memelas tapi lagi-lagi tak ada reaksi dari pria ini. Dia malah mempercepat proses penetrasinya sehingga membuat rongga vaginaku semakin sakit saja. Bibir kemaluanku bahkan seperti robek menjadi dua karena dipaksa menerima batang kejantanan sebesar bonggol jagung itu.

Lagi-lagi aku menjerit tetapi kali ini hanya jeritan kecil dan lemah karena aku sudah memegang kendali dan menjerit lagi. Sekarang tinggal suara desahan dan rintihan pelan yang terdengar tiap kali pria ini menyodokkan batang kemaluannya nyang besar itu di dalam vaginaku dan mengaduk-aduknya dengan berbagai macam arah dan gaya. Setelah sekian lama baru kali ini aku kembali merasakan seperti diperawani untuk yang kedua kalinya. Dulu aku juga pernah merasakan sakit seperti ini ketika diperawani oleh Thomas, suamiku.

Pria itu diam tak bicara ketika mendengar aku meminta ampun dan merintih kesakitan. Dia sepertinya semakin bernafsu begitu mendengar aku yang semakin lemah tak berdaya ini menjerit dan merintih. Dalam lima belas menit kemudian pria ini mempercepat sodokannya dan dia mengakhirinya dengan sebuah sodokan yang kencang dan dalam pada vaginaku.

Aku mendongakkan kepalaku menahan rasa sakit yang hebat ketika pria itu menyetubuhiku dengan kasarnya. Sesaat kemudian aku merasakan penis raksasa itu berkedut keras lalu aku merasakan adanya cairan hangat yang membasahi rongga rahimku. Aku shock bukan fakta kalau kalau pria ini berejakulasi didalam rongga kemaluanku. Aku takut hamil dan terlebih dahulu aku menyadari kalau ada pria yang tak kukenal memperkosaku dan menyemprotkan cairan sperma di dalam vaginaku. Aku pingsan entah untuk berapa lama.

Begitu aku bangun aku mendapati nyaris pagi dan tubuhku yang tergolek tanpa pengawasan sehelai benangpun ini merasakan dingin luar biasa. Kepalaku sedikit pusing dan mencoba untuk menyadarkan diri sendiri kalau aku telah diperkosa oleh orang asing. Tangisku tak pelak lagi mengurus ruangan ini. Tanganku meraba selangkanganku dan menemukan sedikit noda darah segar dengan cairan putih kental yang sangat banyak yang aku tahu itu adalah sperma dari pemerkosaku tadi. Entah sudah berapa kali dia memperkosaku sampai cairan maninya keluar begitu banyak dari kemaluanku ini. Sesaat kemudian terdengar suara sms masuk. Aku buka sms itu dan aku terkejut ketika sms itu berasal dari pemerkosaku yang berbunyi. Aku sudah ambil foto kamu pas lagi bugil. Awas kalau sampai lapor polisi. Aku bakalan sebarin keseluruh orang.

Seketika aku lemas tak berdaya dan beberapa saat kemudian sms dari Thomas muncul menanyakan keadaanku. Aku jawab kalau aku baik-baik saja dan menyuruhnya cepat pulang. Seandainya dia tahu kalau istri tercintanya telah habis dinikmati oleh orang lain entah apa reaksi suamiku itu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*